Panduan Persiapan Pernikahan Katolik dan Undangan Digital
Pernikahan dalam Gereja Katolik bukan sekadar perayaan cinta antara dua orang saja, tetapi untuk berjalan bersama dalam iman, kasih, dan kesetiaan seumur hidup.
Pernikahan dalam Gereja Katolik bukan sekadar perayaan cinta antara dua orang saja, tetapi merupakan sebuah Sakramen Perkawinan, yaitu sebuah janji suci untuk berjalan bersama dalam iman, kasih, dan kesetiaan seumur hidup.
Karena itu, mempersiapkan pernikahan Katolik bukan hanya tentang memilih gedung, gaun, dekorasi, atau catering saja. Harus ada persiapan juga dari segi rohani, administratif, liturgi, hingga persiapan kehidupan sebagai pasangan suami dan istri.
Agar calon pengantin Katolik tidak bingung untuk mempersiapkan dari mana, berikut panduan yang dapat membantu calon pengantin Katolik mempersiapkan pernikahan dengan lebih tenang dan bermakna.
1. Tentukan Niat dan Makna Pernikahan
Sebelum berbicara lebih jauh mengenai tanggal pernikahan dan vendor, luangkan waktu untuk berdiskusi berdua mengenai hal berikut ini:
- Mengapa kami ingin menikah?
- Apa arti perkawinan bagi kami?
- Bagaimana kami akan bertumbuh dalam iman sebagai keluarga?
- Bagaimana kami akan menghadapi perbedaan dan tantangan?
- Keluarga seperti apa yang ingin kami bangun?
Dalam perkawinan Katolik, pasangan menjalankan panggilan untuk menjadi tanda kasih Kristus melalui kehidupan rumah tangga mereka. Karena itu, persiapan hati menjadi sama pentingnya dengan persiapan pesta.
↑ Kembali ke Daftar Isi2. Hubungi Sekretariat Paroki Gereja
Setelah berdiskusi dengan pasangan dan mantap untuk menikah, langkah berikutnya adalah menghubungi Sekretariat paroki tempat kamu akan menikah.
Sebaiknya kamu melakukan persiapan jauh-jauh hari, minimal 6 bulan sebelum hari H pernikahan, karena setiap paroki dapat memiliki prosedur dan persyaratan yang berbeda.
Cara Pendaftaran Perkawinan Katolik
Pada tahap awal pendaftaran perkawinan Katolik, calon mempelai wajib untuk mengumpulkan berkas-berkas administrasi dasar ke Sekretariat Paroki.
Untuk memulai proses pendaftaran ini, calon mempelai bisa melengkapi terlebih dahulu berkas yang saat ini sudah bisa mereka lampirkan, antara lain:
- Surat Baptis Terbaru yang sudah mendapatkan legalisir dari paroki asal baptis.
- Fotokopi KTP kedua calon mempelai.
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) Paroki.
- Surat Pengantar dari Ketua Lingkungan.
- Surat Pengantar dari Paroki Asal jika salah satu atau kedua mempelai berasal dari luar paroki tempat menikah.
- Pasfoto berdampingan ukuran 4x6 sebanyak 4 lembar.
- Formulir Identitas Saksi Upacara Perkawinan.
Bagi dokumen lain yang baru tersedia setelah calon mempelai mengikuti rangkaian prosedur wajib dari Gereja, calon mempelai dapat menyerahkannya setelah menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut.
Gereja sangat menyarankan agar calon pasangan perkawinan menyerahkan berkas-berkas awal ini sesegera mungkin agar Sekretariat Paroki dapat segera mencatat rencana pernikahan Anda dan membantu pengaturan jadwal untuk tahapan berikutnya.
Mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan
Setelah calon pasangan perkawinan menyerahkan dokumen awal persyaratan, gereja mewajibkan calon pasangan perkawinan untuk mengikuti kursus pembekalan pernikahan.
Kursus ini biasanya berlangsung selama 2 hari di akhir pekan dan bertujuan menjadi wadah diskusi dan pembelajaran bagi para calon pasangan perkawinan untuk menyamakan visi, memahami hakikat Sakramen Perkawinan, serta mempersiapkan mental dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.
Setelah mengikuti kursus ini, calon pasangan perkawinan akan mendapatkan sertifikat yang umumnya berlaku 6 bulan hingga 1 tahun sejak pihak gereja menerbitkan sertifikat tersebut.
Sertifikat tersebut akan menjadi salah satu persyaratan dokumen yang perlu kamu lengkapi. Jadi, pastikan jadwal kursus ini tidak terlalu jauh dari hari pernikahan kamu.
Jadwal Penyelidikan Kanonik
Setelah mengikuti kursus persiapan perkawinan dan melengkapi berkas sertifikat kursus tersebut di Sekretariat Paroki, calon pasangan akan mendapatkan jadwal penyelidikan kanonik.
Penyelidikan kanonik adalah sebuah sesi wawancara resmi yang berlangsung secara pribadi antara Pastor Paroki (Romo) dengan calon mempelai secara bergantian.
Tujuan utama penyelidikan kanonik ini adalah memastikan bahwa calon mempelai dapat melangsungkan pernikahan secara sah menurut hukum Gereja Katolik, dengan dasar cinta yang tulus dan tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Pengumuman Pernikahan
Setelah menyelesaikan tahap-tahap tersebut, kedua mempelai akan menerima pengumuman pernikahan di gereja selama 3 hari Minggu berturut-turut.
Pengumuman ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi umat untuk melapor jika ada halangan sebelum kedua mempelai melangsungkan acara pernikahan
Gladi Bersih Upacara Perkawinan
Calon pasangan perkawinan juga akan mengikuti gladi bersih untuk melakukan latihan upacara perkawinan bersama saksi, misdinar, lektor, dan Pastor beberapa hari sebelum hari H perkawinan.
↑ Kembali ke Daftar Isi3. Jangan Lupakan Undangan Pernikahan
Salah satu bagian penting dalam persiapan pernikahan adalah menyampaikan kabar bahagia kepada keluarga dan sahabat.
Saat ini, undangan digital menjadi pilihan yang praktis, elegan, dan mudah dibagikan.
Untuk pernikahan Katolik, undangan digital juga dapat dibuat lebih personal dengan memasukkan unsur iman, misalnya:
- Ayat Kitab Suci.
- Informasi jadwal Pemberkatan Sakramen Perkawinan.
- Lokasi Gereja.
- Dress code.
- RSVP.
4. Contoh Ayat Kitab Suci untuk Undangan Pernikahan Katolik
Berikut beberapa contoh Ayat Kitab Suci atau wedding verse untuk pernikahan yang biasanya pasangan gunakan untuk undangan digital pernikahan Katolik.
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Colossians 3:14
“And over all these virtues put on love, which binds them all
together in perfect unity.”
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.”
1 Corinthians 13:4–7
“Love is patient, love is kind... It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love never fails.”
“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.”
Ecclesiastes 4:9–10
“Two are better than one, because they have a good return for their labor.”
“Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Mark 10:9
“Therefore what God has joined together, let no one separate.”
“Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”
1 John 4:12
“If we love one another, God lives in us and his love is
made complete in us.”
5. Persiapkan Wedding Day dan Marriage Life
Pada akhirnya, persiapan pernikahan Katolik bukan hanya tentang membuat satu hari menjadi sempurna. Yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan dua pribadi untuk menjalani kehidupan baru sebagai suami dan istri.
Dekorasi akan selesai. Foto akan menjadi kenangan. Undangan akan tersimpan. Pesta akan berakhir. Namun, pasangan akan terus membawa pulang janji yang mereka ucapkan di hadapan Tuhan.
Karena itu, persiapkan bukan hanya wedding day, tetapi juga marriage life.
Semoga setiap pasangan yang sedang mempersiapkan Sakramen Perkawinan diberikan hati yang penuh kasih, komunikasi yang baik, iman yang semakin kuat, dan keberanian untuk berjalan bersama dalam suka maupun duka.
Karena pernikahan bukan tentang menemukan seseorang untuk menjalani satu hari yang indah, tetapi menemukan teman seperjalanan untuk menjalani seluruh kehidupan bersama Tuhan.